7 Aturan Pada Saat Mengunjungi Permandian Air Panas di Jepang

Pemandian air panas merupakan hal yang paling penting bagi orang Jepang. Jika di sebuah kota tidak terdapat pemandian air panas maka kota tersebut bukanlah kota yang baik. Oleh karena itu kebudayaan ini tetap dipertahankan hingga sekarang. Semua orang yang pernah mengunjungi onsen akan memiliki kesan yang pada akhirnya akan membuat mereka menjadi ketagihan. Onsen juga pada awalnya merupakan tempat pemandian umum. Tidak banyak orang Jepang yang bisa menyediakan air ke dalam rumahnya dan jika air tidak dipanaskan maka orang Jepang merasa tidak bisa bersantai di rumahnya. Jadi hingga sekarang banyak sekali orang Jepang yang memilih untuk mandi di onsen ketimbang di rumah.

Mengunjungi onsen paling baik bersama teman. Hal ini merupakan kebiasaan yang umum terjadi di Jepang. Pada saat mengunjungi onsen seseorang harus selalu mengikuti aturan dalam penggunaan tempat mandi air panas ini. Aturan ini dibuat untuk kenyamanan pengguna pemandian air panas. Walaupun pemandian digunakan secara pribadi aturan ini tetap harus diikuti. 7 aturan tersebut adalah:

  • Membilas tubuh hingga bersih sebelum memasuki pemandian air panas.
  • Tidak memakai pakaian apapun ketika masuk ke dalam onsen.
  • Tidak membawa handphone ke dalam onsen.
  • Tidak boleh bertato.
  • Mengikat rambut atau membuat sanggul bagi yang berambut panjang.
  • Tidak boleh berenang.
  • Tidak boleh mandi
Permandian Air Panas di Jepang

Walaupun disebut sebagai tempat pemandian air panas biasanya seseorang hanya berendam di dalam onsen. Jadi konsep mandi yang dikenal oleh orang Indonesia tidak berlaku di tempat ini. Untuk membersihkan tubuh seseorang memiliki dua pilihan. Pilihan pertama adalah melakukannya sebelum memasuki onsen. Pada saat memasuki onsen biasanya sudah disediakan keran dan tempat duduk untuk mandi dan membersihkan tubuh dengan shampoo dan sabun. Orang Jepang biasanya membersihkan tubuh sebelum memasuki onsen. Hal ini ditujukan agar air tetap terjaga kebersihannya untuk orang lain yang ingin menggunakan kolam air panas tersebut untuk berendam.

Alternatif kedua adalah mandi setelah keluar dari onsen. Walaupun hal ini akan menimbulkan keheranan bagi orang yang berada di onsen tapi ada banyak juga orang Jepang yang membersihkan tubuh mereka setelah keluar dari onsen. Jika hal ini dirasa akan memberikan lebih banyak kenyamanan maka akan sangat baik untuk melakukannya di rumah atau di kamar hotel. Hal ini mungkin menjadi pilihan karena satu kolam dengan orang yang tidak dikenal akan mengakibatkan rasa tidak nyaman pada tubuh seseorang dan ini adalah hal biasa. Dapat dibayangkan dalam kolam air panas yang membuat orang bekeringat digunakan sekelompok laki-laki setiap hari. Tentu saja air panas yang bercampur dengan keringat tersebut bukanlah sebuah campuran yang diinginkan untuk menempel pada tubuh.

Sebagian orang menganggap onsen sebagai tempat kunjungan wajib. Walaupun demikian banyak juga orang yang tidak berpendapat demikian. Sebagai sebuah bagian dari kegiatan wisata di Jepang onsen memang merupakan sebuah tempat yang wajib dikunjungi semua orang yang berkunjung ke Jepang. Hal ini disebabkan karena tempat pemandian air panas yang dikelola sedemikian rupa hanya ada di Jepang. Tidak ada tempat lain yang mengelola tempat pemandian air panasnya seperti di Jepang. Tempat pemandian air panas ada yang terpisah secara gender ada yang bercampur. Walaupun demikian untuk meningkatkan daya tarik wisata tempat pemandian campur ini sudah sangat jarang ditemukan. Tempat pemandian air panas juga memberikan banyak dampak kesehatan pada tubuh.